Jumat, 29 Januari 2016

How pipeline pig work

How pipeline pig work

Proses pengolahan dalam industri minyak banyak melibatkan sistem perpipaan. Berbagai jenis pipa digunakan untuk menyalurkan fluida dari satu lokasi ke lokasi lain. Dalam hal ini sistem perpipaan sangat penting peranannya, oleh karena itu hambatan atau kemacetan dalam sistem pipa harus dihindari sehinggan muncul suatu alat yang disebut dengan "pig". Alat ini berfungsi untuk membersihkan bagian dalam pipa dengan prinsip mengelap atau menggosok bagian dalam pipa dengan sebuah benda padat.

Gambar. Pig Launcher
Sumber gambar : http://www.piping-engineering.com/wp-content/uploads/2013/11/pig-launcher-for-gas-service.jpg

Berikut ini prinsip Pig Launcher :
1. Tutup main line trap valve
2. Tutp kicker trap valve
3. Buka closure
4. Masukan pig, tutup closure
5. Buka sebagian kicker trap valve
6. Buka main line trap valve
7. Buka kicker trap valve
8. Tutup sebagian main line by pass valve
9. Pig dijalankan
10. Buka main line by pass valve
11. Tutup main line trap valve
12. Tutp by pass trap valve
13. Pig keluar


Daftar pustaka :
http://eprints.undip.ac.id/36544/1/Tesis-final-25_maret-pdf.pdf
https://www.youtube.com/watch?v=CDHtL-J1Xxo

Konstruksi Pipa Bawah Laut



Konstruksi Pipa Bawah Laut

Pada pekerjaan konstruksi pipa bawah laut terdiri dari beberapa tahapan, yaitu :

1. Pre Lay Survey
Survey ini dilakukan sebelum pemasangan pipa dilakukan. Tujuan dari survey ini yaitu :
-         -  Menyediakan informasi mengenai batimetri, dan menyediakan informasi mengenai posisi pipa yang telah existing.
-         -  Mengetahui adanya endapan puing-puing yang dapat membahayakan pada rute pipa.

Survey yang dilakukan pada tahapan ini yaitu :
-         -  Side Scan Sonar
Gambar. Side scan sonar.
Sumber gambar : http://www.jwfishers.com/graphics/hr/sss1HR.jpg


-        -   Sub Bottom Profiler
Gambar. Sub bottom profiler
Sumber gambar : http://filemaker2-server.cbl.umces.edu/sensorimages/9901-SB216S.gif

 
-          - Echo Sounder
Gambar. Echo sounder.
Sumber gambar : http://www.worldfishing.net/__data/assets/image/0020/100847/Koden-Digital-Color-LCD-Echo-Sounder-CVS-1410_1410HS.jpg


-         -  Magnetometer

Gambar. Magnetometer.
Sumber gambar : https://www.trifield.com/images/dcmagnetometer-guass-hs-large.jpg


 

2. Pipeline Installation
Pada tahapan ini terdiri dari metode apa saja yang dapat digunakan dalam instalasi pipa bawah laut. Penjelasan mengenai pipeline installation telah dijelaskan pada artikel Metode Instalasi Pipa Bawah Laut.

3. Tie-in / Riser Installation
Setelah pipa selesai dipasang didasar laut, selanjutnya adalah pemasangan riser. Riser merupakan bagian vertikal pada pipa yang berfungsi menghubungkan pipa bawah laut dengan fasilitas produksi yang ada pada platform. Metode yang digunakan untuk pemasangan riser yaitu metode tie-in atau penghubung antara pipa bawah air dengan riser dibuat dengan pengelasan, flanging, atau mechanical connector.

4. Trenching Operation
Trenching operation merupakan proses perlindungan pipa dengan cara menguburkan pipa ke dalam tanah. Trenching Operation terdiri dari 3 metode yaitu : Pre trenching, simultaneous trenching, dan post trenching.

5. As Laid Survey
Tujuan dilakukannya tahapan ini adalah untuk merekam posisi dan status dari pipa yang telah dipasang


Daftar Pustaka :
http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/455/jbptitbpp-gdl-muhammadfi-22723-3-2012ta-2.pdf

Kamis, 28 Januari 2016

Perlindungan Korosi Pipa Bawah Laut

Perlindungan Korosi Pipa Bawah Laut

Pipa bawah laut salah satu bahan penyusunnya adalah baja. Baja digunakan sebagai bahan penyusun pipa karena tahan terhadap gaya tarik. Namun dibalik ketahanannya itu baja sangat rentan terhadap korosi. Oleh karena itu pipa bawah laut perlu dilindungi dari korosi. Korosi atau perkaratan adalah peristiwa kimia dimana senyawa yang tidak dikehendaki dihasilkan dari logam akibat interaksinya dengan lingkungan atau kerusakan pada logam akibat proses elektrokimia. Korosi internal pada pipa terkait dengan fluida yang mengalir dalam pipa sedangkan korosi eksternal disebabkan oleh air laut dan tekanannya. Ada beberapa hal yang dilakukan untuk perlindungan korosi pipa bawah laut yaitu :

1. External Pipe Coating
Coating adalah lapisan penutup yang digunakan pada permukaan sebuah benda untuk melindungi benda tersebut dari interaksi dengan lingkungan. Ada dua macam coating yaitu single layer coating yang digunakan bila pipa berada dalam kondisi stabil, statis dan berada di tanah yang liat atau pasir, sedangkan multilayer coating digunakan untuk  kondisi lingkungan dimana external coating mudah tergerus. Single Layer Coating yang sering dipilih yaitu Fusion Bonded Epoxy (FBE). Multi Layer Coating yang sering digunakan yaitu Dual Layer FBE, Three Layer.

2. Proteksi Katodik
Proteksi katodik adalah teknik yang digunakan untuk mengendalikan korosi pada permukaan logam dengan menjadikan permukaan logam tersebut sebagai katoda dari sel elektrokimia. Sistem proteksi ini biasanyan digunakan untuk melindungi baja, jalur pipa, tangki, tiang pancang, kapalm anjungan lepas pantai, dll. Proteksi katodik adalah cara yang efektif dalam mencegah stress corossion cracking (retak karena korosi) terutama pada pipa bawah laut. Ada dua metode dalam proteksi katodik ini yaitu Sistem anoda galvanik dan impressed current.




Daftar Pustaka :
http://kimiastudycenter.com/kimia-xii/69-korosi-dan-pencegahannya
http://perusahaankontraktor.abatasa.co.id/post/detail/42460/metode-pencegahan-korosi-pada-pipa-jaringan-migas
http://infrastrukturlaut.blogspot.co.id/2015/01/pencegahan-korosi-pada-pipa-bawah-laut.html
Lukman Tawekal, RIcky. 2012. "Bangunan Lepas Pantai II". Penrbit ITB

Rabu, 27 Januari 2016

Pemilihan Rute Pipa Bawah Laut

Pemilihan Rute Pipa Bawah Laut


Beberapa kriteria yang digunakan dalam pemilihan rute pipa bawah laut yaitu :

1. Pilihlah rute yang teraman,dengan resiko yang paling kecil

2. Pilihlah rute pipa yang paling mudah untuk dipasang

3. Pilihlah rute yang paling pendek
Ada beberapa manfaat yang di dapatkan dengan pemilihan rute yang paling pendek yaitu meminimalkan jumlah material yang digunakan. Namun perlu diingat bahwa dalam pemilihan rute pipa bawah laut faktor utama yang dilihat adalah faktor keamanannya, walaupun rute nya pendek tapi tidak aman rute tersebut tidak bisa digunakan.

4. Dan yang terakhir adalah biaya yang paling kecil

Umumnya pemilihan rute pipa disesuaikan dengan kriteria sebagai berikut :

- Keuntungan perusahaan menjadi tujuan utama dalam kriteria pemilihan rute bawah air
- Pemilihan rute pipa harus memperhatikan lalu lintas pelayaran umum
- Harus memperhatikan daerah labuh kapal
- Harus memperhatikan daerah wisata
- Dalam pemilihan rute pipa bawah laut juga harus memperhatikan faktor lingkungan meliputi ada tidaknya terumbu karang, adanya cagar alam, dan sebagainya.
- Selain itu ada beberapa kriteria integritas yang harus dipenuhi yaitu meminimlisir persilangan pipa/kabel, memperhatikan lalu lintas kapal, memperhatikan aktifitas seismik, memperhatikan ketidakrataan dasar laut yang ekstrim, daerah yang longsor, dan lain-lain
- Harus memperhatikan perlintasan sungai
- Memperhatikan daerah pembuangan seperti pembuangan sampah, amunisi, dll.

Itulah beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam pemilihan rute bawah laut.



Daftar pustaka :
Lukman Tawekal, Ricky. 2012. Bangunan Lepas Pantai II . Penerbit ITB

Selasa, 26 Januari 2016

Metode Instalasi Pipa Bawah Laut

Metode Instalasi Pipa Bawah Laut

Pipa bawah laut berfungsi untuk memindahkan fluida baik itu minyak ataupun gas dari satu tempat ke tempat lainnya. Oleh karena itu proses pemasangan atau instalasi pipa bawah laut penting untuk diketahui. Dalam artikel ini akan dibahas metode apa saja yang digunakan dalam instalasi pipa bawah laut.

1. Metode S-Lay
Metode S-Lay digunakan untuk perairan dangkal dengan kedalaman hingga 500 ft. Pada proses instalasi pipa bawah laut setiap segmen pipa disambungkan di atas kapal dengan cara pengelasan, diperiksa dengan sebuah mesin, dan dilapisi. Setelah proses ini dilakukan pipa mulai dipasang, pada proses pemasangannya pipa akan melengkung dan membentuk huruf "S", itulah mengapa metode ini disebut dengan Metode S-Lay.


Metode S-Lay

Stringer pada gambar di atas berfungsi untuk menopang pipa pada saat instalasi. Stinger akan membentuk overbend pada bagian atas,dan ketika pipa mencapai dasar laut pipa akan membentuk sagbend yang melengkung membentuk huruf “S”.Pada gambar terdapat pipe tension, pipe tension berfungsi untuk menahan tegangan ketika pipa dimasukan ke dalam air. 

2. Metode J-Lay
Metode J-Lay digunakan untuk perairan intermediate dengan kedalaman 500 ft hingga 1000  ft. Pada proses instalasi dengan menggunakan J-Lay kapal tidak dilengkapi dengan stinger untuk menopang pipa sehingga tidak akan terbentuk overbend. Pada proses ini pipa tidak melengkung membentuk huruf S tapi hamper lurus dan melengkung di bawah nya membentuk huruf J. Sehingga metode ini dikenal dengan metode J-Lay.

Metode J-Lay
Sumber gambar : http://2.bp.blogspot.com/
3. Metode Reel Lay
Pada metode Reel Lay pipa digulung pada sebuah gulungan. Pada metode Reel Lay digunakan sebuah Barge untuk memasang pipa, Barge dilengkapi dengan sebuah gulungan yang disebut reel dan chute yang berfungsi agar pipa tidak tertekuk saat dipasang.

Metode Reel Lay
Sumber gambar : http://3.bp.blogspot.com

Setiap segmen pipa disambungkan dengan cara pengelasan, kemudian dilakukan pemeriksaan dan pelapisan di darat. Setelah itu pipa digulung dan mulai di pasang di dasar perairan. Namun metode ini terbatas untuk ukuran pipa tertentu.

4. Tow Method
Pada metode ini pipa dirakit di darat, dengan panjang segmen 200 hingga 300 meter. Segmen pipa ditarik ke laut dengan menggunakan barge. Segmen pipa pertama ditarik dan ujung segmen yang ada di darat di las dengan segmen berikutnya, kemudian barge bergerak untuk menarik kembali pipa proses ini terus dilakukan hingga panjang pipa yang sesuai rencana. Tow Method dibagi menjadi 4 yaitu bottom tow, surface tow dan mid-depth tow, serta off-bottom tow. Pada instalasi dengan metode bottom tow pipa ditarik ke laut sampai ke lokasi tujuan tanpa menggunakan pelampung. Metode surface tow menggunakan ponton untuk mengapungkan pipa agar berada di permukaan air, pada metode mid-depth tow pipa menggunakan peralatan untuk mengapungkan pipa agar berada di tengah permukaan air, pada metode surface dan mid-depth tow digunakan dua kapal yang terdiri dari kapal penarik dan kapal penahan. Pada instalasi dengan metode surface tow dan mid-depth tow bila pipa sudah berada pada lokasi yang akan digelar kemudian pipa dipasang dengan menggunakan metode lay-barge. Pada dasarnya metode instalasi dengan off-bottom tow hampir sama dengan metode mid-depth tow bedanya pada metode off bottom ini digunakan rantai yang berfungsi sebagai penyeimbang agar pipa berada pada kedalaman yang diinginkan.


Bottom tow
Sumber gambar : http://4.bp.blogspot.com/


Surface tow
Sumber gambar : http://3.bp.blogspot.com/



Mid-depth tow
Sumber gambar : http://1.bp.blogspot.com




Off bottom tow
Sumber gambar : http://3.bp.blogspot.com/



Daftar Pustaka :
http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/607/jbptitbpp-gdl-zenalabidi-30328-5-2008ta-4.pdf
http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/455/jbptitbpp-gdl-muhammadfi-22723-3-2012ta-2.pdf